Posted by: asriyanto | Wednesday, September 10, 2008

Persahabatan itu tidak ada

Persahabatan Itu Omong Kososng[i]

Oleh : Asriyanto[ii]

Terinspirasi dari survey atau polling yang diadakan seorang teman mengenai hari kemerdekaan, yang isinya bagaimana tanggapan anda mengenai hari kemerekaan itu, tujuannya guna melihat sejauh mana pribadi manusia memaknai kemerdekaan. Short Message Service (SMS) yang dilayangkan seorang teman pada malam hari menjelang subuh, tepat waktu santap sahur di bulan suci ramadhan dan bertepatan pula dengan hari persahabatan sedunia yang isinya kurang lebih memaparkan bahwa “Sahabat adalah dia yang menghampiri ketika seluruh dunia menjauh, karena pershabatan itu seperti tangan dengan mata, saat tangan terluka mata menangis, saat mata menangis tangan menghapusnya. Selamat hari persahabatan fren”. Diapun kemudian melanjutkan bahwa apakah untuk melihat hubunganmu dengan seseorang maka kirim ini ke semua teman-teman yang kamu sayangi, dan jika aku salah satunya, kirim balik yah!, dan lihatlah berapa banyak yang membalasnya jika lebih dari tujuh orang berarti kamu memang dapat disayangi. OK!. Read More…

Posted by: asriyanto | Saturday, August 23, 2008

Tertunduk Malunya Si Petani

Tertunduk Malunya Si petani

Gulingkan rezim berikan janji

Dengungkan reformasi bangkitkan harapan

Bangkitkan harapan tanpa dosa

Janji otonomi memihak rakyat katamu

Siapa Si rakyat

Si petani paling kebanyakan

Lihatlah …

Keluargaku tak bisa makan

Renungkanlah …

BBM kian mahal melangit

Rasakanlah…

Anak-anakku tak kuasa sekolah

Ingatkah kalian semua

Si Petani Marhaeni berkorban

Hanguskan sawah ladang guna memerdekakanmu

Sadarkah kalian semua

Kuberi makan tanpa pinta terima kasihmu

Tanpa pula kuminta balasanmu

Hari ini kurasakanlah balasanmu

Balasan pedih kalahkan ganas penjajah

Mengambil paksa lahanku

Merampas jiwa keduaku

Tangisanku tak jua menggugahmu

Pembelaanku kau todongkan senapan

Perlawananku kau anggap makar

Perlawananku merenggut nyawaku

Asriyanto

Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Petanian – UNHAS

Posted by: asriyanto | Thursday, August 21, 2008

Pensiunnya cangkul petani

Pensiunnya Cangkul Petani¹

Wajah legam bercucur keringat

Wajah terbakar matahari terik

Pucat sayu dengan cangkul dipundak

Sepotong kayu bergaet besi tua tumpul

Badan pengap bercampur matahari

Badan kekar tanggung beban cangkul

Pikiran lelah guna tanggung keluarga

Pikiran letih untuk kecukupan lambung

Lahan telah sempit peruntukan properti

Kebijakan katanya demi pembangunan

Kebijakan merenggut masa datang

Kebijakan katanya kebaikan kaum pinggiran

Hari cangkulmu telah tumpul letih

Menggelayut mengisi gudang

Seiring bingung sekedar mengisi lambung

Pusing sesak tuk keluarga masa datang

Kini…

Jasad sakit demikian bathin

Kini…

Terbaring sakit tak mampu berobat

Kini…

Terbujur kaku tak lagi bernafas

Makassar, 21 Agustus 2008

Asriyanto, mahasiswa Jurusan Sosek Pertanian

Universitas Hasanuddin¹

« Newer Posts - Older Posts »

Categories