Posted by: asriyanto | Wednesday, September 10, 2008

Persahabatan itu tidak ada

Persahabatan Itu Omong Kososng[i]

Oleh : Asriyanto[ii]

Terinspirasi dari survey atau polling yang diadakan seorang teman mengenai hari kemerdekaan, yang isinya bagaimana tanggapan anda mengenai hari kemerekaan itu, tujuannya guna melihat sejauh mana pribadi manusia memaknai kemerdekaan. Short Message Service (SMS) yang dilayangkan seorang teman pada malam hari menjelang subuh, tepat waktu santap sahur di bulan suci ramadhan dan bertepatan pula dengan hari persahabatan sedunia yang isinya kurang lebih memaparkan bahwa “Sahabat adalah dia yang menghampiri ketika seluruh dunia menjauh, karena pershabatan itu seperti tangan dengan mata, saat tangan terluka mata menangis, saat mata menangis tangan menghapusnya. Selamat hari persahabatan fren”. Diapun kemudian melanjutkan bahwa apakah untuk melihat hubunganmu dengan seseorang maka kirim ini ke semua teman-teman yang kamu sayangi, dan jika aku salah satunya, kirim balik yah!, dan lihatlah berapa banyak yang membalasnya jika lebih dari tujuh orang berarti kamu memang dapat disayangi. OK!.

Menjelang subuh dini hari, menyendiri dalam ruang waktu memikirkan kekosongan, memaknai hal-hal yang kadang jarang terpikirkan, terkuak dalam dimensi ketidakrasionalan hidup dan memaksa akal untuk menerimanya sebagai sebuah hal yang rasional. Memikirkan dan memaknai bahwa kehidupan manusia hanya sebagai pertemuan sosiokultural semata dan terbentuk kesepakatan sebagai sebuah pranata sosial, namun disisi lain komunikasi dan kontak sosial menjadi jembatan menuju tercapainya kebudayaan serta mencapai kebudayaan yang lebih besar bernama peradaban. Dan tanda-tanda peradaban dan perubahan zaman telah hadir melalui perubahan sosial. Teknologi via SMS ini kemudian merambat jauh menusuk ruang rasio sebagai manusia dan menciptakan pertanyaan-pertanyaan dalam lubuk hati yang terdalam (qalbu), dikarenakan ruang dan dimensi lain penulis pernah mengirim artikel ke sebuah bulletin beberapa mingu sebelumnya denga judul “Siapa Peduli Sahabat?”, dalam artikel tersebut secara gamblang mengutarakan bahwa sahabat itu tidak ada, yang ada hanyalah hubungan sosiokultural antar individu yang terbangun dalam sebuah pranata sosial melalui bangunan komunikasi dan sosial kontak. Selanjutnya atas nama “sahabat” individu sebagai manusia datang menghampiri ketika dalam kondisi kesulitan, hanya hadir ketika diri bersuka cita dan entah semua menghilang ketika berduka, yang saya tahu sahabat hadir jika hanya memenuhi kepentingannya semata, datang dengan wajah sumringah bertutupkan bertopeng layaknya tanpa dosa, dan meninggalkan kita ketika kepentingannya telah terpenuhi, maka kuputuskan siapa peduli sahabat yang kutahu sekarang bagaimana menjalaninya”.

Beberapa hari dalam Ramadhan ini, kepalaku begitu berat berada dalam kesendirian dan kehampaan di kampung halaman orang lain, merasa jiwa dalam kesendirian ditengah keramaian suasana tarwih, teriakan sahur dan gema bedug serta sirine memaknai kemegahan dan kebesaran pesta umat muslim dalam mencari pahala untuk tabungan akhirat nanti. Merasa jiwa berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki arti dalam hidup, merasa membutuhkan orang yang sanggup menerima diri apa adanya tanpa melihat kelebihan dan kekurangan. Akhirnya penulis memutuskan untuk membuat sebuah polling guna melihat bagaimana perspektif masing-masing individu terhadap arti persahabatan sekaligus menjawab apakah benar masing-masing diri kita memiliki sahabat.

Polling SMS kemudian dilayangkan kepada 30 orang yang mana telah memiliki hubungan emosional yang terbentuk secara sosiokultural, dengan ketentuan 15 orang berjenis kelamin perempuan dan sisanya berjenis kelamin laki-laki. SMS yang dilayangkan adalah “Sahabat adalah dia yang menghampiri ketika seluruh dunia menjauh, karena pershabatan itu seperti tangan dengan mata, saat tangan terluka mata menangis, saat mata menangis tangan menghapusnya. Selamat hari persahabatan fren”. Adapun indicator dari balasan SMS yang dilontarkan obyek sebagai berikut: a). membalas sms dengan guyonan atau nada bercanda diberi kode A dengan makna ragu-ragu; b). membalas sms dengan meluruskan konten sms, diberi kode B dengan makna belum jadi sahabat; c). membalas sms dengan memberi komentar membenarkan arti persahabatan di beri kode C dengan makna itulah sahabat; d). tidak memberi balasan terhadap sms diberi kode D dengan makna bukan sahabat atau tidak mau tahu mengenai urusan tersebut.

Diantara yang dikirimi, bermacam tanggapan dan asumsi yang dilontarkan. Dan dari 30 responden (orang-orang yang dianggap sahabat), 16 orang membalas balik dan satu diantaranya menelpon, 5 pending dan akhirnya menunjukkan message sending failed, dan sisanya 9 orang tidak memberikan tanggapan dan balasan. Berikut adalah petikan balasan sms yang diterima berdasarkan cara penulisan dan urutan waktu diterimanya diruang redaksi:

  • “sahabat adl dia yg M’hmpiri, ketika slrh Dunia M’jauh, krn persahabatan itu spt tangan dengan mata, saat tangan terluka mata menangis, saat mta mngs tngn m’hps Y!, “slmt Hari Psbtn sedunia fren”. Krm ini kesemua tmn2 yg km sayangi, jika aku slh satunya,krm balik ya?. Lht brp bnyak k dpt, kl lbh dari 7, brarti km memang org yg patut disayangi, OK”
  • “Siapa sahabatmuka??’
  • “Renungkanlah wahai manusia !” jk sms masuk Qt cpt2 bc & bls, Tp knp wkt SHOLAT tdk cpt2 Qt laksanakn?, isi ulang PLS 10rb Qt sanggup, tp knp SEDEKAH 1000 k masjid trasa berat??, “Wkt mndi mcm2 lg d’xnyikan tp knp waktu mkn BISMILLAH pun Qt lpa?. Bila pls susah payah kita isis ulang, tp knapa DOSA2 yg kita lakukan qt abaikan?, hruskah sft2 spti ini kita remehkan?, RENUNGKANLAH!!, tiada kata Tlmbat Untuk Suatu Perubahan Saling Mengingatkan Dlm Kebaikan Insya ALLAH Dpt Pahala, Amin….”
  • “Stu hal Pling sulit dlm hDup iaLAH mNCRi oRan9 yng tAu s9la kLmahan dAN Kkuran9an Drimu, tetAPi dya msh Sn9gup MNrimamu aPA ADAnya… ituLah y9 dsBUT PrshBatan..”
  • “Blm”
  • “Cape Dech”
  • “Bagai syur tanpa garam, shur! Shur!, Di manaQi Skrg K? Knp mengilank?”
  • ”Ugghh… so sweettt … sy juga mau ngucapin slmt hr senin … skalian slamt santap sahur..!!
  • ”sahur …., sahur…, sahurrrr…., Nox siapa neech?? Bleee
  • ”P’sahabatan Qt bgitu berarti, Qm ketwa Q juga ketawa, Qm sedih Q juga sedih, Qm lompt dari Menara Q hanaya melihat sambil berteriak … MUHAMMAAAAA … MATENI ANGGOTAE ….!!
  • ”Hr prshabatan i2 ktk engkau menghampiri saat seluruh dunia menjauh … jika ada air mata yang mengalir dr mataMu maka tetesan berikutNya adlh milikQ”
  • ”Dah ImZaaaAk … ka, Sa jemputq nah … qt pi shalat subuh bareng … pip…pip….mobilku Dah Jemput … Cepat meq keluar ka ….!!
  • ”Lanjutkan Perjuangan … Yakin Usaha Sampe Merdeka”
  • “Happy friendship too Ner!! – Met B’Puasa – ”
  • “Halo Boss, apa aktivitas skrg”
  • Satu diantara responden menjawab melalui via percakapan, dan bercerita kurang lebih 04:39 detik mengenai gambaran proses pemilihan 2009, pencalegan, dan konstalasi politik yang terjadi di daerah pemilihannya, dan diakhir pembicaraan ia mengucapkan “Selamat Hari Persahabatan dan Selamat Berpuasa Dinda?”
  • “Salam br bls … Masa sih?..

Dunia memang sulit dimengerti, ia kadang berlari dan terlipat, tentulah begitu juga dengan isinnya, termasuk manusia yang secara sosiokultural, ungkapan persahabatan sangat beragam cara memaknainya dan itu kembali lagi pada masing-masing individu. Jadi bagaimana dengan anda?, yakin atau tidak mengenai kehadiran persahabatan dan cara memaknainya, dan persahabatan sekarang berada dalam genggaman anda benarkah adanya?, Entahlah… tanya dirimu dan tanya kenapa?

Soppeng, 08 september 2008

Pukul 03.30 WITA


[i] Tulisan popular dalam menyambut hari persahabatan sedunia yang bertepatan dengan bulan suci ramadhan.

[ii] Mahasiswa Jurusan Sosek Pertanian Univ. Hasanuddin ang. 2002.



Categories