Posted by: asriyanto | Thursday, August 21, 2008

Pensiunnya cangkul petani

Pensiunnya Cangkul Petani¹

Wajah legam bercucur keringat

Wajah terbakar matahari terik

Pucat sayu dengan cangkul dipundak

Sepotong kayu bergaet besi tua tumpul

Badan pengap bercampur matahari

Badan kekar tanggung beban cangkul

Pikiran lelah guna tanggung keluarga

Pikiran letih untuk kecukupan lambung

Lahan telah sempit peruntukan properti

Kebijakan katanya demi pembangunan

Kebijakan merenggut masa datang

Kebijakan katanya kebaikan kaum pinggiran

Hari cangkulmu telah tumpul letih

Menggelayut mengisi gudang

Seiring bingung sekedar mengisi lambung

Pusing sesak tuk keluarga masa datang

Kini…

Jasad sakit demikian bathin

Kini…

Terbaring sakit tak mampu berobat

Kini…

Terbujur kaku tak lagi bernafas

Makassar, 21 Agustus 2008

Asriyanto, mahasiswa Jurusan Sosek Pertanian

Universitas Hasanuddin¹


Leave a response

Your response:

Categories